Halo Sanak!
Sebelum mulai membaca narasi dari saya, yuk telusuri dulu video berikut.
Tepatnya saat tulisan ini dibuat, ada sebuah keinginan luar biasa yang membuat saya mulai bernarasi ria di dalam Blog, keinginan itu saya dapat setelah membaca sebuah review tentang kampung halaman saya Lubuk Sikaping di sebuah Blog Traveling Bersama. Dalam reviewnya bapak Aswir sebagai kontibutor menjelaskan sebuah pengalaman luar biasanya dalam backpacker di Kota Lubuk Sikaping, beliau menceritakan objek wisata Bukit Tonang yang menjadi icon kota saat ini.
Pada dasarnya ada banyak hal yang membuat Lubuk Sikaping menjadi istimewa di mata warga, khusunya saya, dimana 29 tahun lalu saya lahir di kota itu dan merajut masa-masa kecil hingga remaja sebelum meninggalkanya ketika melanjutkan pada masa kuliah. Orang bilang kampung halaman adalah tempat untuk pulang, bagiku lebih dari itu. Kota kecil ini selain menyimpan memori yang luar biasa, juga memiliki kekhasan yang membuatnya berda dengan kota-kota kabupaten lain di Indonesia.
Lubuk Sikaping meskipun tidak luas dan megah seperti kota-kota madya di Sumatera Barat tetap memiliki tata kota yang rapih dan bersih, tak jarang kota kecil ini mendapatkan piala Adipura sebagai bukti eksistensi bersih dan asrinya.
Selain itu, kota yang sering disingkat dengan sebuatan Buak Kapiang ini adalah kota yang saya anggap paling tenang di Indonesia, hampir tidak pernah ada konflik besar di kota ini, meskipun ada tiga etnis besar yang berdomisili disini yaitu Minang, Mandailing dan Jawa. Konon di kota nan asri ini semua orang mengenal satu sama lain, jadi istilah "Anak si Anu" atau anak si anu, yang berarti semua bisa ditelusuri asal-usulnya, semua adalah buah dari kehangatan masyarakat dalam bersosialisasi.
Tak banyak pusat modernitas di kota ini seperti mall ataupun restoran-restoran besar yang kerap menghiasi kota madya, namun kota ini tetap memiliki fasilitas yang cukup dalam memnuhi kebutuhan warga kotanya baik dari pasar yang modern dan cafe-cafe lokal yang cukup memberikan ruang hibur untuk warga., bahkan hanya ada satu Barbershop di kota ini yaitu Barbertown, yang pada umumnya Barbershop yang kerap menjadi pusat mode bagi anak muda.
Kota yang jauh dari hiruknya perkotaan yang semestinya akan menjadi nuasnya pertama jika kamu menyambangi kota ini, kalau bisa saya ibaratkan desa-desa kecil di eropa memiliki vibe yang sama dengan kota ini.
Momen terbaik di kota ini menurut saya ialah Raun Sore yang berarti main keliling kota di kala sore, kebanyakan yang melakukanya adalah anak muda dengan menggunakan sepeda motor mengelilingi kota yang berkendara dengan kecepatan pelan, saat seperti ini biasanya menjadi media interaksi bagi warga kota, dimana langit biru yang berpadu dengan senyuman warga akan membuat harimu terasa bahagia. Percayalah!
Masih banyak yang mau saya ceritakan, tapi runtutan cerita akan saya pisah-pisah untuk postingan selanjutnya. Terakhir kota ini sangat cocok disebeut sebagai kota pensiunan, karena kuatitas Aparatur Sipil Negara yang banyak dan kota ini minim stress akan membuat menghabiskan masa tua dengan tenang, insyallah suatu saat saya akan menghabiskan masa tua jua disini.



Komentar
Posting Komentar
Berikan yang terbaik!